Pembunuhan Mutilasi di Muntilan

Written By Caesar Soes on Wednesday, December 01, 2010 | Wednesday, December 01, 2010

Kasus pembunuhan mutilasi terjadi di kos-kosan di Ponalan Baru, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang. Tubuh korban, Martuti, dipotong menjadi beberapa bagian yang selanjutnya dimasukkan ke dalam panci, ember, dan pipa pralon. Diduga pembunuhan tersebut telah berlangsung sekitar 10 hari yang lalu.

Menurut keterangan Jumiyati, salah seorang tetangga yang tinggal sekitar 20 meter dari kos-kosan korban, awal kecurigaan muncul ketika anak Martuti atau yang akrab disapa Tutik, Ina datang ke kos untuk mencari ibunya.

Namun, pintu kos tersebut tidak bisa dibuka. Sehingga, anak hasil perkawinan Tutik dengan suami pertamanya pun langsung bertanya kepada Bu Pri yang merupakan tetangga korban.

"Setelah itu, tiba-tiba muncul bau menyengat dari dalam kamar yang dikontrak Bu Tutik dan suaminya, Pak Dayat. Ketika mencoba membuka pintu, kamar terkunci," kata Jumiyati, Selasa 30 November 2010.

Dengan demikian, lanjut dia, mereka pun memanggil pemilik kos, Suhadi untuk meminta kunci cadangan guna membuka pintu kamarnya. Namun, tetap tidak bisa dibuka. Selanjutnya, masuk melalui jendela belakang dengan tangga.

"Ketika masuk menemukan ember, soblok (panci), pralon yang mencurigakan di dapur. Karena mencurigakan langsung melapor ke Polisi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, ternyata yang di dalam ember besar berisi potongan tubuh bagian badan. Di panci juga terdapat potongan kepala dan tangan. Sedangkan di dua pipa pralon tersebut berisi potongan dua kaki kiri dan kanan. "Ini berdasarkan keterangan dari tetangga tadi yang melihat," ucapnya.

Pembunuhan secara mutilasi ini diperkirakan terjadi sekitar 10 hari yang lalu tepatnya pada malam Minggu. Sebab, berdasarkan pengakuan anak tetangga kos yang letaknya berdampingan, mendengar cekcok dan adu mulut .

"Pas malam Minggu yang lalu, anak kamar sebelah mendengar suara tolong Bahkan, saat digebuk juga mendengar," ucap dia menirukan anak tetangga korban tersebut.

Setelah kejadian tersebut, masih dikatakan dia, setiap kali ada tetangga yang menanyakan keberadaan Tutik, suaminya selalu menjawab sedang pergi. "Ketika tetangga pada nanyain Bu Tutik, Pak Dayat pasti bilang sedang pergi. Selama cekcok itu, Pak Dayat jarang sekali berangkat kerja," papar dia.

Namun demikian, mulai hari ini Dayat yang berprofesi sebagai sopir bus malam mulai berangkat kerja. "Karena Pak Dayat kerja, anak tirinya Ina pun berani datang untuk berencana mencari ibunya. Karena, beberapa hari lalu anaknya tidak boleh masuk," terangnya.

Adanya kejadian tersebut, warga sekitar pun mulai berdatangan untuk melihat dari dekat tempat kejadian perkara. Selain itu, garis polisi juga dipasang oleh polisi di kamar kos yang terletak paling ujung selatan dari lima deret kamar yang ada. Pasangan suami istri itu mengontrak salah satu kamar kos sejak 5 bulan lalu.


Sumber Laporan: Fajar Sodiq | Solo
VIVAnews
Rewrite http://caesarsoes.blogspot.com/

1 comments:

Post a Comment